Fiqh Jual Beli dalam Islam

Muamalah hukumnya boleh/ mubah kecuali ada dalil yang melarang, sumber dalil yang haq adalah dari Allah Jalla Jalaluhu melalui lisan dan sunnah Nabi Shallallahu alaihi wassalam
“Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik dari memakan hasil jerih payahnya sendiri, dan sesungguhnya Nabi Daud makan dari hasil jerih payahnya sendiri”. [HR Bukhari no. 1966 dari Al Miqdam bin Ma’diyakrib Radhiyallahu ‘anhu]
“Penghasilan apakah yang paling baik, Wahai Rasulullah?” Beliau jawab: “Penghasilan seseorang dari jerih payah tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur.” [HR. Ahmad di dalam Al-Musnad no.16628]

Jual Beli (Buyu’) dibagi menurut:
1. Alat Tukar
🔘 Tukar menukar barang dengan barang. (bai’ muqayadhah).
🔘 Tukar menukar uang dengan uang (as-Sharf)

2. waktu penyerahan
🔘 Uang tunai, barang tertunda (Jual beli Salam).
🔘 Uang tertunda, barang tunai. (jual beli kredit (taqsith))
🔘 Uang tertunda, barang tertunda (jual beli utang dengan utang (Bai’ kali’ bil kali’))

3. cara menentukan harga
🔘 Bai’ Musawamah: penjual tidak menyebutkan harga modal. Tapi dia langsung tetapkan harga jual
🔘 Bai’ al-Amanah: penjual menyebutkan harga modal. Ada 3 -Murabahah: penjual menetapkan keuntungan
-Wadhi’ah: dijual lebih murah dari pada harga modal
-Tauliyah : dijual seharga yang sama dengan harga modal

Rukun Jual Beli
1. al-Aqidan: Dua pihak yang melakukan akad: penjual dan pembeli
2. al-Ma’qud ‘alaih: Alat akad: uang dan barang
3. Shighat akad:
Ucapan atau isyarat dari penjual dan pembeli yang menunjukkan keinginan mereka untuk melakukan tanpa paksaan. Shighat Akad ada 2:
Shighat secara lisan: ijab qabul.
Shighat dengan perbuatan atau isyarat. (BaiMu’athah)

Syarat Jual Beli
1.  Dilakukan saling ridha
Rukun ridha ada 2:
🔘 Ilmu (mengetahui dan menyadari) dan
🔘 al-ikhtiyar (tidak ada paksaan).

2. Penjual & pembeli Jaiz Tasharruf
Ahliyah fi tasharruf : [1] baligh, [2]berakal, dan [3] rasyid (cerdas)

3. Aqidain adl pemilik, atau wakilnya
Dari Hakim bin Hizam, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
”Janganlah kamu jual barang yang bukan milikmu.” (HR.Ahmad, Abu Daud, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

4. Yang dijual, manfaatnya mubah
Dari Ibn Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
”Apabila Allah mengharamkan sekelompok kaum untuk makan sesuatu, maka Allah haramkan hasil jual belinya.” (HR.Baihaqi dalam as-Shugra)

5. Barang memungkinkan untuk diserah-terimakan
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang jual beli gharar. (HR.Muslim, Nasai, dll)

6. Barang harus diketahui ketika akad
Dari Ibnu Umar,
Bahwa Rasulullah melarang jual beli janin yang masih ada di kandungan. (HR.Bukhari & Muslim)

7.Harga barang telah ditentukan ketika akad
Dari Abu Hurairah,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dua jual beli dalam satu jual beli. (HR.Ahmad & Nasai)

Leave a Reply